Siapa kira bangunan yang nampak seperti rumah mewah idaman yang seringkali kita lihat berada di luar negeri merupakan sebuah Perpustakaan micro atau Microlibrary yang berada di Indonesia..

Microlibrary Warak Kayu adalah inisiasi dari SHAU atau Suryawinata Haizelman Architecture Urbanism Indonesia yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas dan dibangun di atas tanah Kota Semarang. Microlibrary Warak Kayu yang mulai diresmikan pada tahun 2020 ini, mereferensi konsep rumah panggung tradisional Indonesia yang terbuka. Teknik ini mengatur alur ventilasi udara, pencahayaan, dan konsep multifungsi suatu ruangan, sehingga ada ruang pada bagian bawah untuk berbagai kegiatan yang bisa dilakukan warga. Bangunan dengan luas 60 meter persegi itu dirancang dengan konsep ramah lingkungan. Sebab, di dalam perpustakaan yang berada di lantai dua itu tidak menggunakan pendingin ruangan (AC), namun tetap sejuk karena udara bisa masuk melalui dinding berventilasi udara.

Sejak Microlibrary Warak Kayu dibuka, antusias masyarakat untuk datang kesana cukup tinggi. Tidak hanya masyarakat Kota Semarang, para mahasiswa yang berkuliah di Fakultas Arsitektur dan Teknik Sipil dari luar kota juga banyak yang datang untuk melihat serta mempelajari struktur bangunan hingga jenis kayu yang digunakan pada bangunan perpustakaan. Dilansir dari Artikel Liputan 6, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan bahwa Microlibrary ini akan menjadi bagian dari rute baru pariwisata kota, di mana akan ada bus tur gratis, yang diharapkan akan menarik minat wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Harapan yang sama juga dilontarkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio, bahwa memanfaatkan kayu sebagai bahan ramah lingkungan dan teknik konstruksi dapat memberikan motivasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia untuk bisa menghasilkan karya-karya yang kreatif dan inovatif. Sehingga dapat mendorong potensi pariwisata di Semarang agar semakin meningkat dan menciptakan sustainable tourism.

Microlibrary Warak Kayu juga terpilih sebagai Popular Choice Winner pada kategori arsitektur perpustakaan menurut Architizer A+ Awards 2020. Architizer A+ Awards adalah kompetisi yang memusatkan pada arsitektur dan produk arsitektur terbaik di dunia dan digelar di New York setiap tahunnya. Ajang ini diikuti lebih dari 100 negara dan dinilai lebih dari 400 ribu pemilih.


Selanjutnya diketahui, perpustakaan mikro ini buka setiap hari Senin-Sabtu pada pukul 08.30-12.00 WIB dan 13.00-15.30 WIB. Ada sejumlah aturan yang berlaku di perpustakaan yang memiliki 2.000 koleksi buku itu antara lain pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk ke perpustakaan, serta wajib menggunakan kaus kaki sebagai bentuk perawatan bangunan perpustakaan dengan berbahan dasar kayu. Sebenarnya, kapasitas pengunjung bisa 20-30 orang, tapi karena pandemic covid-19 pihak pengelola membatasi hanya 10 orang yang boleh berada di dalam perpustakaan. Jika ada yang datang saat jumlah pengunjung maksimal bisa menunggu di bawah terlebih dahulu hingga ada pengunjung yang keluar.


--nmc--