Helo Frens! Apa kabar kalian? Selamat datang di OBI, Our Biggest Insecurity..

So, What does Insecurity mean?

Menurut Abraham Maslow, insecure adalah suatu keadaan dimana seseorang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam kebanyakan manusia berbahaya dan egois. Orang yang mengalami insecure umumnya merasa ditolak dan tersolasi,cemas, pesimis, tidak bahagia, merasa bersalah, tidak percaya diri, egois, dan cenderung neurotic atau sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Mereka akan berusaha dengan berbagai cara untuk mengembalikan perasaan secure (aman).
Sumber Bacaan : http://fp.untar.ac.id/fakultas/beritadetail/2679#:~:text=Menurut%20Abraham%20Maslow%2C%20insecure%20adalah,kebanyakan%20manusia%20berbahaya%20dan%20egois

Nah, menurut saya insecure itu dapat berakibat ke hal-hal yang negatif, seperti tidak memiliki keprcayaan terhadap diri sendiri, sering merasa gelisah dan depresi yang akhirnya berpengaruh kepada kesehatan mental, takut untuk berinteraksi dengan orang baru, hingga akhirnya melihat diri sendiri layaknya butiran debu, bahkan yang lebih parah lagi adalah sebuah sampah kehidupan. Bahaya banget kan?

Jadi, Apa si Penyebab Insecure itu?

1.        Seseorang pernah mengalami kegagalan dan penolakan

Dikutip dari psychology today, kejadian yang barusan terjadi akan sangat besar pengaruhnya terhadap mood dan cara bagaimana merasakan diri sendiri. Berdasarkan penelitian disebutkan bahwa nasehat untuk bahagia akan lebih besar pengaruhnya sampai 40% jika dipengaruhi oleh kebahagiaan yang telah dialami sebelumnya.

Sumber bacaan: https://bias-education.com/insecurity-pada-millennials/

2.        Perfeksionis

Kurangnya perhatian seseorang terhadap dirinya sendiri, mereka terlalu fokus terhadap kesempurnaan orang lain yang belum tentu sesempurna yang mereka lihat. Ini juga dipicu dari tingginya standar keinginan seseorang.

Baca Juga Insecure Sama Cewek Kaya

3.        Bullying

Perasaan insecure akan semakin meningkat tatkala mendapatkan perlakuan atau ucapan negatif. Seperti, Kamu bodoh, kamu tidak menarik, kamu nggak mirip sama yang lain, kamu gendut atau kamu nggak akan sukses. Kalimat-kalimat seperti itu akan meningkatkan ketidakpercayaan diri yang berimbas pada meningkatnya insecurity. Kadang bullying juga bisa muncul dari lingkungan keluarga, seperti membandingkan anak sendiri dengan anak tetangga. Kalian jangan seperti ya kalau sudah jadi orang tua, Frens.

Namun, menurut saya pribadi, insecure itu diperbolehkan, frens. Insecure diperbolehkan agar menjadi bahan evaluasi diri, jika merasa ada sesuatu di dalam diri yang kurang bisa meniru dari contoh yang baik, insecure juga bisa menjadi bahan untuk upgrade diri. Sebagai contoh dari cerita saya pribadi, saya pernah merasa insecure terhadap saudara kembar saya. Sejak kecil kami selalu dibanding-bandingkan perihal paras dan kecantikan, dari orang yang paling dekat sampai yang baru bertemu kami dan menyadari kalau kami adalah sesaudara kembar. Perasaan insecure itu saya simpan sejak saya masih kecil hingga di penghujung tahun 2019. Saya menyadari begitu banyak hal yang saya capai hingga di tahun itu. Saya terlalu fokus untuk berusaha menjadi seperti dia, padahal saya pun punya kelebihan pada hal yang lain. Dia dan saya memiliki banyak kelebihan di hal yang berbeda, dia cantik juga pintar, saya juga cantik sih sebenernya hehehehe... cerita ini saya bagikan bukan bermaksud untuk menyombong diri ya, frens. Dari perjuangan insecure ini saya bisa lebih memiliki persepsi yang lebih positif, tidak perlu menjadi cantik cukup merawat diri dengan baik, itu artinya saya sudah cukup bersyukur setiap hari karna telah merawat harta yang dititipkan Tuhan kepada saya.

Jadi, Frens, insecure itu diperbolehkan tapi pada batas yang cukup yaa, harus punya solusi atas insecurity yang kalian alami, gaboleh jalan di tempat, gaboleh stuck disitu aja. Dalam agama saya meyakini bahwa Tuhan menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS. At-Tin ayat 4). Yakin bahwa semua yang terjadi pasti ada hikmahnya. Terus berusaha untuk mencari arti dari segala hal yang terjadi, kembangkan segala hal yang dirasa kurang, tapi harus tetap pada kata cukup, tidak kurang tidak pula lebih.

Oge! Itulah sedikit pembukaan dari laman OBI ini, untuk cerita OBI yang lain bisa kalian akses pada laman OBI (Our Biggest Insecurity). Sampai jumpa ditulisan saya selanjutnya!

 

--nmc--