Halo frens! Apa kabarnya nih?

Aku harap kalian sedang dalam keadaan bahagia yaa..


Oke, jadi tanpa basa-basi aku mau tanya, frens yang lagi baca ini tahu kan istilah toxic relationship? Itu loh istilah yang dipakai untuk menyebutkan jenis hubungan yang ga sehat. Nah saat ini, aku mau review tentang jurnal yang baru aja aku baca yang membahas tentang toxic relationship. Sumpah yaa.. aku ini tuh termasuk orang yang selektif dalam membaca, jadi dari judul tuh harus udah menarik dulu baru deh muncul rasa ingin tahunya. Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender yang diterbitkan oleh PSGA LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berjudul Kekerasan dalam Pacaran Remaja ini bikin aku yang baca tuh langsung berucap dalam kalbu, “ah iya, masuk akal sih.”

Oke, simak terus yaa reviewnyaaa..




Judul Artikel : Kekerasan Dalam Pacaran Pada Remaja

Penulis : Fenita Purnama

Jurnal : Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender

Volume : 12

Nomor : 2

Tahun : 2016

Halaman : 161-170

ISSN : 1412-2324

DOI : https://doi.org/10.15408/harkat.v16i2.17237

URL : http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/psga/article/view/7570/4219

Kategori Sinta : 4

Kalian harus tahu, yang membuat jurnal ini menarik untuk dibaca adalah hasil dari penelitiannya yang valid, masuk akal dan sangat relate dengan fenomena hubungan asmara yang tidak sehat atau bisa disebut dengan istilah Toxic Relationship. Ditulis pada https://www.uny.ac.id/berita tentang Pendekatan Psikologi pada Toxic Relationship, mengatakan bahwa Toxic Relationship adalah hubungan yang tidak menyenangkan bagi diri sendiri atau orang lain. Hubungan ini juga akan membuat seseorang merasa lebih buruk. Nah, pernyataan berikut sangat sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fenita Purnama yang menyatakan bahwa Kekerasan Dalam Pacaran atau KDP pada remaja berkemungkinan besar akan membuat dampak negatif bagi korban dalam bentuk fisik atau psikis sehingga korban akan merasa lebih buruk setelah mendapat perlakuan dari pasangannya.

Responden dari penelitian ini pun dikerucutkan dengan hanya mengambil data dari perempan yang masih bersekolah dan sedang dalam hubungan pacaran. Hal ini dilakukan karena sesuai dengan data Komnas Perempuan yang menyatakan bahwa perempuan lebih banyak yang menjadi korban kekerasan dalam hal apapun terkhusus dalam berhubungan asmara. Ironisnya, Perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran sering gak sadar kalau mereka itu sedang dalam hubungan yang ga sehat, mereka mengira itu adalah bentuk kasih sayang, perhatian, dan cinta dari pasangannya. Hmmm… sering terjadi di kota-kota besar. Biasanya yang begini disebutnya Bucin atau Budak Cinta.

Dari hasil penelitian menyatakan bahwa perempuan yang berkemungkinan mendapat perlakuan KDP adalah mereka yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, memandang rendah diri sendiri, dan yang lebih mencengangkan adalah mereka yang sudah lebih dari 4 kali berpacaran dan dalam berhubungan terbiasa mendapatkan perilaku berpacaran seperti kissing, necking, petting, dan intercourse. Akibatnya mereka merasa harga diri mereka rendah dan memperbolehkan pasangannya melakukan kekerasan terhadap mereka. Sedih banget ga sih bacanya :(.

Kurang lebih isinya begitu ya guys, untuk lebih detailnya bisa dibaca sendiri melalui link yang tertera diatas.

Happy Reading!


--nmc--